"Musik Jamaica Pendahulu"
Menurut
sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut "Burru"
yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut "talking drums" (drum yang
bicara) yang asli dari Africa Barat. "Jonkanoo" adalah musik budaya
campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum,
rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat
natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian
para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka
berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari
Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika
Tengah dan diperkenalkan ke orang - orang Jamaika untuk membentuk
sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik
sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker,
scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada
tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang
menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati
sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 - 50an sebenarnya
disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing,
Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band
dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat "bop". Ska
kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian "skankin"
pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the
Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai
pencipta "ska". Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya
pada pertengahan 60an memunculkan "Rock Steady" yang punta tune bass
berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan
menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.
"Reggae N Rasta"
Bob
Marley tentunya adalah bintang musik "dunia ketiga" pertama yang jadi
penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan
reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang
sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley.
Ditambah lagi dengan hadirnya "The Harder they Come" pada tahun 1973,
Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian
memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti
Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita
Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah
jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley
untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini
tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan
Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music,
musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara - upacara petani, lagu
kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling
alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan - pertemuan Rasta,
menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di
Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami
tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile
Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah
Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan
Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai
kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.
"Apa sih Reggae"
Reggae
sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan
Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas
menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus - putus
tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang 'berkotbah'
dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak
keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika),
pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan
aspek politis Rastafarinya. "Reg-ay" bisa dibilang muncul dari anggapan
bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul
Amerika namun dengan ritem yang 'dibalik' dan jalinan bass yang
menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes
politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska
& rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika -
Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi 'lubang - lubang'
iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer,
permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis
dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat
pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.
"Ngga asli Jamaika lho!"
Reggae
memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari
New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari
New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio
Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan
gitar pas - pasan dan putus - putusadalah interprestasi mereka akan
R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim
panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus
tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu,
Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan
interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan
musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan
sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato
rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu
memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan
cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai,
kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.
"It's Influences"
Saat
rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya
menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua
dekade. Hits - hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang
Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees.
Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari
dunia tersendiri. Budaya 'Dancehall' Jamaika yang menonjol plus sound
system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan
lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan
yang luar biasa. Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah
diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.
Minggu, 21 Agustus 2011
guys gak selamanya punk di identik dengan anarki,kekerasan,dan kejelakan berhubung masih di bulan suci ramadhan gue kasih postingan punk muslim nih gan:
P-U-N-K, mendengar keempat huruf itu, nampaknya ada sebagian orang yang akan menutup kuping, menutup mata ataupun ingin me-remove kata itu dari benaknya karena trauma atas perilaku negatif yang pernah dirasakannya atau takut karena melihat penampilan para anak punk.
kata ‘punk‘ sebenarnya biasa-biasa saja, namun yang membuat kata itu menakutkan adalah penganut kata-kata tersebut, atau penganut aliran musik keras yang selalu dikaitkan dengan punk. Entah benar atau tidak, banyak orang yang beranggapan dunia punk adalah dunia yang berkaitan tentang hal-hal yang dianggap negatif.
Di tempatku (Blora, Jawa Tengah), aku sudah terbiasa bergaul dengan anak-anak punk, karena mayoritas teman-temanku di Komunitas Anak Seribupulau adalah anak punk. Hampir bosan aku melihat anak punk, entah kutukan atau apa, setiap aku keluar kota, aku juga selalu menemui anak punk. Ironis? Tidak juga. Terlalu berlebihan? Sangat!
Setelah disinggung, aku mulai bertanya, apa itu punk? Dari mana asal mula aliran punk itu? Aku pun yakin mayoritas anak-anak punk tidak tahu sejarah aliran punk yang mereka anut. Hanya petantang-petenteng dan ikut-ikut saja.
Pertanyaanku pun terjawab oleh ‘Paman Google’. Dikatakan, punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Punk berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik, anti pemerintahan, idealis, kritis dan atheis.
Harus kuakui, awalnya mereka hanya ikut-ikutan saja, tidak tahu arti punk sebenarnya. Itulah yang dialami oleh anak-anak punk di seluruh Indonesia. Berbeda sekali dengan anak punk di Inggris, mereka bukanlah anak-anak yang hanya hura-hura dan meresahakan para penumpang bus kota, melainkan para politisi yang selalu membaca koran, kritis, idealis, dan pengawas bagi negaranya.
Di sinilah telah terjadi pergeseran makna mengenai punk sesungguhnya, yang dinodai oleh perbuatan dan penampilan yang tidak mengenakkan mata, apabila kita melihatnya.
Itulah sekilas tentang dunia punk di kota tempatku tinggal. Di Ciputat, Tangerang Selatan, ternyata ada sebuah fenomena punk yang juga sangat menarik, yaitu Punk Muslim.
Punk Muslim? Apa itu? Aneh-aneh saja, nampaknya hanya isapan jempol semata, karena menurutku aliran punk adalah aliran yang meniadakan keberadaan Tuhan, jadi mana mungkin bisa berkolaborasi dengan agama.
Ya, seperti itulah aku memfatwakan kata ‘Punk Muslim’. Sekilas aku menafsirkan anak-anak punk sebagai segerombolan anak muda yang anti kemapanan, hidup di jalanan, menjadi pengamen, tindikan dan tato menghiasi tubuh mereka, berpakaian serba hitam serta doyan mabuk-mabukan. Su’uzon? Mungkin, tapi menurutku tidak juga, karena pesan yang kutangkap dari perilaku dan bahasa tubuh mereka seperti itu.
Alhamdulillah, penafsiranku salah besar, ternyata tidak semua aliran punk maupun anak-anak punk seperti itu. Nampaknya stereotip itu tidak melekat pada Punk Muslim. Ya, aku megetahuinya dari acara ‘Menelisik Lika-liku Kehidupan Punk Moslem’ yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Kampus Syahid (LDK Syahid) di aula Student Center Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah (18/03). Dari talkshow tersebut aku mendapatkan ‘benang merah’ atas kegelisahanku, dan aku mulai meyakini, bahwa memang benar keberadaan Punk Muslim, dan kini tersebar di Indonesia (Jogjakarta, Palu, Semarang, Bengkulu, Indarmayu).
Merekalah Ahmad Zaki, Adi, dan (alm) Budi penggagas Punk Muslim. Pada tahun 2002 (alm) Budi menceritakan kegelisahannya kepada Zaki (cendikiawan Muslim), (alm) Budi merasa gelisah, karena hidupnya sudah lanjut dan menyadari dosanya sudah banyak sekali, dan ia tidak mau neraka dipenui oleh anak-anak punk, maka ia mengusulkan agar dibuat pengajian bagi anak-anak punk yang dipimpin oleh (alm) Budi. Pada tahun itu terbentuklah pengajian rutin yang selalu dilakukan hari Kamis, sehabis shalat Isya. Alhamdulillah, itu berjalan, namun tidak beberapa lama Budi meninggal, Zaki tidak patah arang, Adi pun mendampingi melanjutkan perjuangan Budi. Semakin lama, semakin banyak anak punk yang merapat kebarisan.
postingan dari berbagai sumber
Perjalanan Punk Muslim bukanlah semudah membalik telapak tangan, sudah banyak sekali tragedi-tragedi yang mengiris hati untuk menegakkan Punk Muslim, karena keberdirian Punk Muslim membuat para punkers gerah, para punkers mengecam para punkers Muslim ini, bahkan hingga harus adu jotos oleh preman Pulo Gadung, mereka kalah. Walaupun begitu idealisme Punk Muslim mereka tidak akan pernah padam, inilah yang layak untuk dikatakan sebagai anak punk. Bahkan kegigihan mereka tergambarkan ketika mereka terpaksa kehilangan base camp yang mereka gunakan untuk mengaji, tidak ada rotan akar pun jadi, mungkin itulah yang membuat mereka terus bertahan. Ketika mereka tidak mempunyai base camp untuk mengaji, halte dan taman pun disulap menjadi tempat mengaji mereka.
Ambon, yang nama aslinya Dharma Putra, adalah salah satu anggota Punk Muslim yang berpendidikan pesantren. Sejak kecil, Ambon memang sudah terjun ke kehidupan jalanan, karena ada masalah internal dalam keluarganya. Walaupun sudah duduk di bangku pesantren, anak keturunan Kalimantan dan India ini tidak bisa meninggalkan dunia punk yang sudah mengalir di setiap aliran darahnya. Ambon pun sudah lelah berbuat maksiat, tapi dunia punk terus membawanya ke ‘sana’. Ambon pun memilih jalan tengah. Ia pun menjadi bagian dari Punk Muslim. Banyak lagi, seperti Asep, Otoy dan lainnya, walaupun ada dari mereka yang bertato, tapi mereka tetap menjunjung tinggi keislaman mereka, walaupun mereka menyesali di akhir dan takkan mengucilkan mereka untuk beribadah.
Kawan, jangan mengira anak-anak Punk Muslim berpakaian baju muslim, berpeci atau memakai jilbab. Tidak Kawan, penampilan boleh urakan, tapi hati tetap Muslim. Filosofi yang sangat mendasar dari Punk Muslim adalah hadis nabi yang berbunyi, “sampaikanlah walau satu ayat.” Walaupun mereka bertato, mereka mulai meninggalkan kebiasaan buruk mereka secara bertahap. “Yang dulunya lima botol, jadi tiga botol,” ucap Ahmad Zaki, selaku pembimbing Punk Muslim. Metode yang dilakukan Zaki bukanlah metode sapu jagad, tidak langsung mengatakan “Ini haram! Ini dosa!”, bukan itu cara berdakwah bagi anak jalanan, karena objek dakwah Zaki bukanlah orang yang bertipikal lembut, “Jika saya menggunakan cara itu, mereka pasti langsung kabur, nggak mau ngaji lagi,” ucap Zaki, “Di-Islamin, diurusin, dimandiin, disunatin, dikawinin dan dikuburin,” lanjut Zaki, sang penyejuk hati bagi para Punk Muslim.
Harapan Punk Muslim tidak muluk-muluk, hanya ingin anak-anak punk mengetahui filosofi mereka sebagai manusia, makhluk yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Terserah kalian berasal dari latar belakang apa, aliran apa, menguikuti kegiatan apa, asalkan kalian jangan melupakan al-hak, sebagai pemeluk agama.
Lalu bagaimana dengan anak punk di sekitar kalian, Kawan?
Apakah mereka hanya punk yang ikut-ikutan saja?
Apakah mereka hanya punk yang ikut-ikutan saja?
Sabtu, 20 Agustus 2011
L'Arc~en~Ciel (ラルク アン シエル, Raruku An Shieru, "Pelangi" dalam bahasa Prancis?) adalah nama grup musik Jepang beraliran J-Rock. Band ini beranggotakan Hyde (vokal), Ken (gitar), Tetsu (bass), dan Yukihiro (drum). Grup musik ini didirikan oleh Tetsu pada Februari 1991. Nama "L'Arc~en~Ciel" berasal dari sebuah kata dalam bahasa Perancis yang secara harfiah berarti "lengkungan di langit" atau "pelangi", nama ini diambil dari judul sebuah film Perancis yang pernah ditonton oleh Tetsu.
Di Jepang saja, band ini telah menjual lebih dari 28 juta kopi album dan single, dengan terjual 13 juta album, 16 juta single, dan jutaan unit lainnya, termasuk video. Mereka peringkat di nomor 58 pada daftar Top 100 musisi pop Jepang, yang disediakan oleh HMV Jepang pada tahun 2003, dan termasuk di antara seniman yang paling berpengaruh di dunia musik Jepang. Serta Menempati Posisi 15 dalam List of 50 Best Selling Artists of All-Time in Japan .
Anggota Saat ini :
- hyde - vokal/gitar (1991-sekarang)Awalnya menggunakan nama HIDE .
- Tetsuya - bass /backing vocal/leader (1991-sekarang)Awalnya mengunakan nama Tetsu, kemudian Tetsuya.
- ken – gitar/backing vocal (1992-sekarang)
- yukihiro - drum (1998-sekarang)
- Sakura (drum) (1992-1997) digantikan oleh Yukihiro karena memakai narkoba dan masuk penjara.
- Hiro (gitar) (1991-1992)
- Pero (drum) (1991-1992)
guys kali ini gue bakalan membahas tentang punk vs emo,kreativitas anak indonesia terutama dalam bermusik
di indonesia kian hari kian berkembang bukan maksud melupakan genre musik lain tapi aliran musik emo dan punk sangat digemari oleh anak-anak muda sekarang, apa kamu tahu bahwa emo dan punk mempunyai banyak kesamaan dan banyak juga perbedaannya..
punk yang terkenal dengan gaya urak-urakkanya mempunyai style yang sangat berbeda punk dengan gaya rambut mohawknya berbeda sekali dengan emo, punk adalah komunitas yang sangat solidar dan menjunjung tinggi equaliity, kebanyakan dari mereka anti pemerintahan dan selalu mengkritik pemerintah dalam memimpin, musik mereka selalu memacu kita intuk berpogo dan bermocing ria.
emo dibilang metal bukan atau hard core juga bukan tetapi mereka mempunyai ciri khas sendiri dari berpakaian dan gaya rambutnya musik mereka bisa dibilang monoton, banyak yang bilang anak-anak emo sama seperti group band pop melayu yaitu kangen band dengan gaya rambut mereka
apakah yang terjadi bila punk dan emo konser bersama dan apakah emo bisa menyaingi musik-musik keras punk yang memacu kita dalam berpogo, caution punk not death..
di indonesia kian hari kian berkembang bukan maksud melupakan genre musik lain tapi aliran musik emo dan punk sangat digemari oleh anak-anak muda sekarang, apa kamu tahu bahwa emo dan punk mempunyai banyak kesamaan dan banyak juga perbedaannya..
punk yang terkenal dengan gaya urak-urakkanya mempunyai style yang sangat berbeda punk dengan gaya rambut mohawknya berbeda sekali dengan emo, punk adalah komunitas yang sangat solidar dan menjunjung tinggi equaliity, kebanyakan dari mereka anti pemerintahan dan selalu mengkritik pemerintah dalam memimpin, musik mereka selalu memacu kita intuk berpogo dan bermocing ria.
emo dibilang metal bukan atau hard core juga bukan tetapi mereka mempunyai ciri khas sendiri dari berpakaian dan gaya rambutnya musik mereka bisa dibilang monoton, banyak yang bilang anak-anak emo sama seperti group band pop melayu yaitu kangen band dengan gaya rambut mereka
apakah yang terjadi bila punk dan emo konser bersama dan apakah emo bisa menyaingi musik-musik keras punk yang memacu kita dalam berpogo, caution punk not death..
Selasa, 09 Agustus 2011
Intro : D A G Bm A ....6x
D
tersadarkan aku saat dia menghilang
menyapa yang hidup mengingat semua
G
ruangan terasa sepi tak bernyawa
saat semuanya menyisakan tawa
D
detik tak bergerak dan ku pun tersadar
teringat harinya penuh dengan cinta
G
saat ku habiskan hariku dengannya
saat ku teteskan air mata ini
[Reff]
Bm A G
dan kupun bergegas cepat
G A D
matanya seakan berkata
Bm A G
hidup tak selamanya indah
G A D
bersiap menjawab semua
D
kini ku sendiri melewati hari
dan akan ku cari arti hidup ini
G
menghilang merangkak tenggelam beranjak
D
baiklah di sana di tempat yang indah
karena ku yakin dia akan bahagia
G
tersenyum tertawa terlihat sempurna
Kembali ke : [Reff],[Reff2]
[Reff2]
Bm A C
dan kupun bergegas cepat
G A D
matanya seakan berkata
Bm A G
hidupkan terlihat indah
G A G
bila kau mampu merubahnya
Bm F#/Bb
saat ku pejamkan mata ini terlihat bayang dirinya
(tertawa menyapaku)
A G
saat ku pejamkan mata ini terlihat bayang dirinya
(tersenyum kepadaku)
Bm F#/Bb
saat ku pejamkan mata ini terlihat bayang dirinya
(menyentuh membelaiku)
A
dan kuter sadar ku buka mata ini
G D G D A
inilah mimpi yang sempurna
Interlude : D A/D# Bm G ...5x
G D GD A D
Senin, 08 Agustus 2011
waduh man ini die nih salah satu band favorit gue yang ber genre deah metal gak laen gak bukan lamb of god cuy gue kasih deh biografu die: dia akar Anak Domba tuhan yang ditanam pada tahun 1990 ketika Mark Morton, Chris Adler dan John Campbell adalah teman lantai di Virginia Commonwealth University. Trio mulai bermain di rumah Adler di Richmond kondisi cuaca dingin. "Tidak ada panas di rumah," kenang Campbell. "Kami akan membekukan pantat kita mati, benar-benar mabuk dan berkeliaran pemanas minyak tanah mencoba menulis lagu logam Minyak Tanah asap dan bir Black Label yang jelas apa yang memicu hari-hari awal kami.."
Setelah lulus, Morton pindah ke Chicago untuk mengejar gelar master, tapi band terus. Sebuah gitaris baru, Abe Spear, digantikan Morton sebagai band pensiunan suara dan ditambahkan instrumentalnya Blythe pada vokal.
Kuartet, yang dikenal kemudian sebagai Burn the Priest, menjadi fixture di adegan Richmond erat-merajut musik. Untuk bersaing dengan tingkat tinggi musisi ditampilkan oleh sezaman mereka, band ini mengadopsi jadwal praktek kaku. "Untuk hari ini, kita berlatih lima hari seminggu karena kebutuhan," kata Campbell. "The band di Richmond datar dapat bermain lebih bagus dr Anda dan jika Anda tidak berlatih, mereka akan membuat Anda dari panggung Band-band seperti pencari nafkah dan Sliang Laos - dua lokal matematika-metal band - bisa bermain gila catatan musik rumit yang sempurna Mereka menginspirasi kami.. untuk meningkatkan bar musik dan mengajari kami etos kerja yang kami butuhkan untuk menjadi sukses. "
Band ini bermain-main Virginia ketika Morton pindah kembali dari Chicago dan kembali bergabung dengan grup. Segera setelah itu, Burn the Priest merilis album self-titled panjang penuh Records Legiun. Abe meninggalkan segera setelah, yang membuka tempat untuk gitaris, dan saudara Chris - Willie Adler.
Setahun setelah Adler kedua bergabung, Burn Imam berubah nama menjadi Anak Domba Allah dan menandatangani kontrak rekaman dengan Prosthetic Rekaman. Independen-debut band, New American Injil, dirilis pada tahun 2000. "Album ini semua tentang menciptakan lanskap musik ritmis dan pukulan dengan riff setelah riff," jelas Morton. Drummer Adler catatan: ÒThis adalah catatan klasik. Kami memiliki semua elemen berkumpul untuk membuat salah satu yang terberat, namun catatan menular dari karir kita. Sulit untuk mengandung kami - kami bahkan tidak mengerti pada saat apa yang kita telah menciptakan ".
Dua tahun tur ekstensif untuk mendukung album mengangkat Domba profil Allah sebelum band merilis diakui kritis, As The Palaces Bakar (2003). ATPB memenangkan catatan penghargaan tahun di majalah terkenal seperti Revolver dan Metal Hammer sementara mengumpulkan tekan utama di Rolling Stone dan Entertainment Weekly.
Band menghantam jalan lagi dan mulai headlining wisata di seluruh dunia. Pada musim gugur 2003 Anak Domba Allah adalah co-utamanya pada pertama kalinya Tour Headbanger yang Bola MTV yang ditinggikan Anak Domba Allah yang melampaui bawah tanah. Band ini kemudian dilepaskan Teror dan keangkuhan, DVD yang menampilkan pertunjukan live awal, video untuk "Ruin" dan "Black Label" dan di belakang-layar cuplikan menyoroti etos kerja, kerendahan hati dan rasa humor dari salah satu yang paling dihormati dan berpengaruh band sekitar hari ini. DVD terbukti sukses secara komersial karena memasuki Billboard Musik DVD Charts di # 32.
Secara bertahap, Anak Domba Allah ketekunan lunas. 2003 disc mereka, As The Palaces Membakar diterima mereka tingkat baru hormat dan kekaguman, tapi itu virulen label 2004 debut utama (Epic Records) Abu dari Wake yang mengubah band menjadi pesaing benar untuk takhta logam. Pada pertengahan 2006, mencatat telah terjual lebih dari 275.000 eksemplar. Revolver majalah itu memilih album tahun, sebuah jajak pendapat pembaca Guitar World dianggap itu album terbaik dan diberikan logam band "pemain paling berharga," "Shredders terbaik" dan "riff terbaik." Video untuk "Sekarang Anda Punya Sesuatu untuk Die For" diterima "video terbaik" dari kedua Bola Headbanger dan Revolver. Dan DVD chronicling tur dan kehidupan di jalan dengan band, Killadelphia, telah pergi emas. Anak Domba Allah yang didukung dengan tur tanpa henti Abu lagi, sekarang kebanyakan arena bermain dan festival, dimulai dengan menjalankan headlining pada Tahap Kedua di Ozzfest 2004, dan berakhir dengan headlining Suara Amerika Utara Undergroud Festival pada tahun 2005.
Kecemasan politik yang memicu lirik di As The Palaces Membakar terus berlanjut di Abu dari Wake. Namun, Blythe mengakui bahwa rencananya untuk menulis lagu tentang tanggung jawab pribadi cepat berubah. "Mark dan saya menulis sebagian besar lirik bersama-sama, dan pada awal album ini kami sepakat bahwa kami ingin berkonsentrasi pada internal bukan politik eksternal," ia menjelaskan. "Tapi saat kami masuk ke dalamnya, mengingat kondisi dunia saat ini, kami merasa berkewajiban sebagai seniman bertanggung jawab untuk memberikan komentar sosial yang akurat, dan itu berarti menulis beberapa dakwaan terhadap kekuasaan yang ada."
Mencampur panggilan untuk senjata dengan penghinaan mencibir saldo Abu dari Wake. "Pada akhirnya, saya pikir album ini lebih kuat karena kita menunjukkan hubungan antara politik internal dan eksternal, bukan hanya berfokus pada satu atau yang lain," kata Blythe. "Lagu-lagu ini cek kenyataan bagi semua orang karena mereka rel terhadap pemerintah salah-kepala dan terhadap orang-orang apatis yang mengabaikan pemerintah dan memungkinkan untuk ada."
Setelah Abu dari Wake, mereka telah dipuji sebagai salah satu pemimpin gerakan new metal Amerika, dan sementara mereka tersanjung akan dianggap sebagai bagian dari sesuatu yang begitu berpengaruh, kali ini mereka ingin berdiri sendiri. "Saya percaya itu penting bagi kita untuk menciptakan warisan bagi band ini, dan aku tidak ingin warisan yang berada dalam hubungan dengan orang lain," kata Adler. "Dalam pikiran kita, kita memotong di atas dan kita merasa seperti kita mengeluarkan banyak lagi."
Menjelang akhir tahun 2005, band ini berhenti tur semua dan pulang ke Richmond, VA, untuk mulai menulis bab berikutnya. Sebuah 8 intens bulan proses penulisan diikuti. "Kami cukup banyak membunuh diri kita sendiri bekerja di atasnya lima sampai enam hari seminggu selama enam sampai delapan jam sehari," kata drummer Chris Adler. "Itu penting untuk mendorong diri ke wilayah nyaman sebagai pemain Banyak kali salah satu dari kita akan mengatakan, 'Saya tidak yakin apakah saya bisa bermain itu.". Tanggapan khas adalah, 'Well, kau punya satu tahun untuk mencari tahu. " Kami mendorong diri kita untuk langkah itu dan membuang banyak bahan yang layak karena kami bersikeras hanya yang terbaik. " Salah satu alasan Domba Allah mendorong begitu keras adalah karena mereka ingin menciptakan sesuatu yang tidak dapat diklasifikasikan, dikategorikan atau terpinggirkan.
22 Agustus 2006 membawa Sakramen, contoh menakjubkan tentang bagaimana beragam, mengartikulasikan dan pummeling logam dapat. Ini catatan yang menekankan seberapa jauh anggota band telah datang sebagai pemain, penulis dan orang-orang dan berdiri sebagai bukti sejati kemenangan atas kesulitan. Dengan Sakramen, Anak Domba Allah telah menyalakan api dengan pengupasan daging ke tulang dan memeriksa pembantaian. Lagu-lagu yang suram dan gelap, namun bahan-bahan kunci dari perjalanan itu sebagai terengah-engah, menggembirakan dan menakutkan sebagai overdosis.
Gitaris dan co-penulis lirik Mark Morton catatan band memilih nama Sakramen berdasarkan referensi liris tertentu serta perspektif simbolis yang lebih umum. "Kami menyukainya karena menggunakan gagasan Sakramen agama tradisional, yang merupakan sesuatu yang Anda lakukan sebagai ritual untuk sampai ke tingkat yang berbeda iman Anda," katanya. "Juga, saya pikir itu adalah simbolik dalam hal kita memadamkan rekor lain dan sampai ke tahap berikutnya dari perkembangan musik kita." "Ini jelas merupakan suatu catatan pribadi dan itu hal yang paling gelap yang pernah kita lakukan," tambah Blythe. "Ini berasal dari banyak depresi dan kacau pandangan dunia Dalam beberapa tahun terakhir saya. Sudah akan melalui banyak aneh, sialan buruk."
Perbedaan terbesar antara Sakramen dan Abu dari Wake adalah konten liris. Di masa lalu, Anak Domba Allah telah lyrically didorong oleh keserakahan, kemunafikan dan kekacauan politik dan politisi. Kali ini band berubah dalam untuk mengungkapkan sumber yang lebih besar putus asa dan frustrasi.
Lagu-lagu seperti 'Menyedihkan' dan 'Descending' misalnya adalah tentang pusaran kecanduan dan alkohol, "Walk With Me In Hell 'alamat penghancuran kodependensi dan' Terkutuklah Blacken Sun 'bunuh diri menghadapi depresi.
"Lyrics begitu intens bagi saya, ketika saya sedang merekam, rasanya seperti sakit pernapasan bukannya menghirup udara," kata Blythe. "Jadi, ketika hal itu dilakukan, saya tidak bisa mendengarkan rekaman selama dua bulan. Itu hanya mengambil begitu banyak dari saya untuk mendapatkan semua hal ini keluar, aku tidak ingin menyentuhnya langsung."
Selain menjadi luar biasa berat, Sakramen adalah ekspresi tulus dari kekacauan yang telah jatuh melalui beberapa tahun terakhir dari keberadaan band. Dalam era stagnan, logam dibikin, Anak Domba Allah adalah terburu-buru mengerikan kejujuran, sebuah deklarasi bahwa tidak peduli apa yang orang lain bermain, Anak Domba Allah akan selalu mengikuti hati mereka sendiri.
"Band ini dimulai karena tidak ada orang di luar sana sedang membuat musik yang kita ingin dengar," kata penyanyi Randy Blythe. "Jadi, kami memutuskan untuk membuat musik itu, dan dari titik yang baru saja merupakan kelanjutan dari filosofi itu. Kami tak pernah berubah apa pun yang kita lakukan untuk menarik bagi siapa pun, menenangkan siapa pun atau mencari apapun persetujuan dari orang lain selain diri kita sendiri. "
Setelah lulus, Morton pindah ke Chicago untuk mengejar gelar master, tapi band terus. Sebuah gitaris baru, Abe Spear, digantikan Morton sebagai band pensiunan suara dan ditambahkan instrumentalnya Blythe pada vokal.
Kuartet, yang dikenal kemudian sebagai Burn the Priest, menjadi fixture di adegan Richmond erat-merajut musik. Untuk bersaing dengan tingkat tinggi musisi ditampilkan oleh sezaman mereka, band ini mengadopsi jadwal praktek kaku. "Untuk hari ini, kita berlatih lima hari seminggu karena kebutuhan," kata Campbell. "The band di Richmond datar dapat bermain lebih bagus dr Anda dan jika Anda tidak berlatih, mereka akan membuat Anda dari panggung Band-band seperti pencari nafkah dan Sliang Laos - dua lokal matematika-metal band - bisa bermain gila catatan musik rumit yang sempurna Mereka menginspirasi kami.. untuk meningkatkan bar musik dan mengajari kami etos kerja yang kami butuhkan untuk menjadi sukses. "
Band ini bermain-main Virginia ketika Morton pindah kembali dari Chicago dan kembali bergabung dengan grup. Segera setelah itu, Burn the Priest merilis album self-titled panjang penuh Records Legiun. Abe meninggalkan segera setelah, yang membuka tempat untuk gitaris, dan saudara Chris - Willie Adler.
Setahun setelah Adler kedua bergabung, Burn Imam berubah nama menjadi Anak Domba Allah dan menandatangani kontrak rekaman dengan Prosthetic Rekaman. Independen-debut band, New American Injil, dirilis pada tahun 2000. "Album ini semua tentang menciptakan lanskap musik ritmis dan pukulan dengan riff setelah riff," jelas Morton. Drummer Adler catatan: ÒThis adalah catatan klasik. Kami memiliki semua elemen berkumpul untuk membuat salah satu yang terberat, namun catatan menular dari karir kita. Sulit untuk mengandung kami - kami bahkan tidak mengerti pada saat apa yang kita telah menciptakan ".
Dua tahun tur ekstensif untuk mendukung album mengangkat Domba profil Allah sebelum band merilis diakui kritis, As The Palaces Bakar (2003). ATPB memenangkan catatan penghargaan tahun di majalah terkenal seperti Revolver dan Metal Hammer sementara mengumpulkan tekan utama di Rolling Stone dan Entertainment Weekly.
Band menghantam jalan lagi dan mulai headlining wisata di seluruh dunia. Pada musim gugur 2003 Anak Domba Allah adalah co-utamanya pada pertama kalinya Tour Headbanger yang Bola MTV yang ditinggikan Anak Domba Allah yang melampaui bawah tanah. Band ini kemudian dilepaskan Teror dan keangkuhan, DVD yang menampilkan pertunjukan live awal, video untuk "Ruin" dan "Black Label" dan di belakang-layar cuplikan menyoroti etos kerja, kerendahan hati dan rasa humor dari salah satu yang paling dihormati dan berpengaruh band sekitar hari ini. DVD terbukti sukses secara komersial karena memasuki Billboard Musik DVD Charts di # 32.
Secara bertahap, Anak Domba Allah ketekunan lunas. 2003 disc mereka, As The Palaces Membakar diterima mereka tingkat baru hormat dan kekaguman, tapi itu virulen label 2004 debut utama (Epic Records) Abu dari Wake yang mengubah band menjadi pesaing benar untuk takhta logam. Pada pertengahan 2006, mencatat telah terjual lebih dari 275.000 eksemplar. Revolver majalah itu memilih album tahun, sebuah jajak pendapat pembaca Guitar World dianggap itu album terbaik dan diberikan logam band "pemain paling berharga," "Shredders terbaik" dan "riff terbaik." Video untuk "Sekarang Anda Punya Sesuatu untuk Die For" diterima "video terbaik" dari kedua Bola Headbanger dan Revolver. Dan DVD chronicling tur dan kehidupan di jalan dengan band, Killadelphia, telah pergi emas. Anak Domba Allah yang didukung dengan tur tanpa henti Abu lagi, sekarang kebanyakan arena bermain dan festival, dimulai dengan menjalankan headlining pada Tahap Kedua di Ozzfest 2004, dan berakhir dengan headlining Suara Amerika Utara Undergroud Festival pada tahun 2005.
Kecemasan politik yang memicu lirik di As The Palaces Membakar terus berlanjut di Abu dari Wake. Namun, Blythe mengakui bahwa rencananya untuk menulis lagu tentang tanggung jawab pribadi cepat berubah. "Mark dan saya menulis sebagian besar lirik bersama-sama, dan pada awal album ini kami sepakat bahwa kami ingin berkonsentrasi pada internal bukan politik eksternal," ia menjelaskan. "Tapi saat kami masuk ke dalamnya, mengingat kondisi dunia saat ini, kami merasa berkewajiban sebagai seniman bertanggung jawab untuk memberikan komentar sosial yang akurat, dan itu berarti menulis beberapa dakwaan terhadap kekuasaan yang ada."
Mencampur panggilan untuk senjata dengan penghinaan mencibir saldo Abu dari Wake. "Pada akhirnya, saya pikir album ini lebih kuat karena kita menunjukkan hubungan antara politik internal dan eksternal, bukan hanya berfokus pada satu atau yang lain," kata Blythe. "Lagu-lagu ini cek kenyataan bagi semua orang karena mereka rel terhadap pemerintah salah-kepala dan terhadap orang-orang apatis yang mengabaikan pemerintah dan memungkinkan untuk ada."
Setelah Abu dari Wake, mereka telah dipuji sebagai salah satu pemimpin gerakan new metal Amerika, dan sementara mereka tersanjung akan dianggap sebagai bagian dari sesuatu yang begitu berpengaruh, kali ini mereka ingin berdiri sendiri. "Saya percaya itu penting bagi kita untuk menciptakan warisan bagi band ini, dan aku tidak ingin warisan yang berada dalam hubungan dengan orang lain," kata Adler. "Dalam pikiran kita, kita memotong di atas dan kita merasa seperti kita mengeluarkan banyak lagi."
Menjelang akhir tahun 2005, band ini berhenti tur semua dan pulang ke Richmond, VA, untuk mulai menulis bab berikutnya. Sebuah 8 intens bulan proses penulisan diikuti. "Kami cukup banyak membunuh diri kita sendiri bekerja di atasnya lima sampai enam hari seminggu selama enam sampai delapan jam sehari," kata drummer Chris Adler. "Itu penting untuk mendorong diri ke wilayah nyaman sebagai pemain Banyak kali salah satu dari kita akan mengatakan, 'Saya tidak yakin apakah saya bisa bermain itu.". Tanggapan khas adalah, 'Well, kau punya satu tahun untuk mencari tahu. " Kami mendorong diri kita untuk langkah itu dan membuang banyak bahan yang layak karena kami bersikeras hanya yang terbaik. " Salah satu alasan Domba Allah mendorong begitu keras adalah karena mereka ingin menciptakan sesuatu yang tidak dapat diklasifikasikan, dikategorikan atau terpinggirkan.
22 Agustus 2006 membawa Sakramen, contoh menakjubkan tentang bagaimana beragam, mengartikulasikan dan pummeling logam dapat. Ini catatan yang menekankan seberapa jauh anggota band telah datang sebagai pemain, penulis dan orang-orang dan berdiri sebagai bukti sejati kemenangan atas kesulitan. Dengan Sakramen, Anak Domba Allah telah menyalakan api dengan pengupasan daging ke tulang dan memeriksa pembantaian. Lagu-lagu yang suram dan gelap, namun bahan-bahan kunci dari perjalanan itu sebagai terengah-engah, menggembirakan dan menakutkan sebagai overdosis.
Gitaris dan co-penulis lirik Mark Morton catatan band memilih nama Sakramen berdasarkan referensi liris tertentu serta perspektif simbolis yang lebih umum. "Kami menyukainya karena menggunakan gagasan Sakramen agama tradisional, yang merupakan sesuatu yang Anda lakukan sebagai ritual untuk sampai ke tingkat yang berbeda iman Anda," katanya. "Juga, saya pikir itu adalah simbolik dalam hal kita memadamkan rekor lain dan sampai ke tahap berikutnya dari perkembangan musik kita." "Ini jelas merupakan suatu catatan pribadi dan itu hal yang paling gelap yang pernah kita lakukan," tambah Blythe. "Ini berasal dari banyak depresi dan kacau pandangan dunia Dalam beberapa tahun terakhir saya. Sudah akan melalui banyak aneh, sialan buruk."
Perbedaan terbesar antara Sakramen dan Abu dari Wake adalah konten liris. Di masa lalu, Anak Domba Allah telah lyrically didorong oleh keserakahan, kemunafikan dan kekacauan politik dan politisi. Kali ini band berubah dalam untuk mengungkapkan sumber yang lebih besar putus asa dan frustrasi.
Lagu-lagu seperti 'Menyedihkan' dan 'Descending' misalnya adalah tentang pusaran kecanduan dan alkohol, "Walk With Me In Hell 'alamat penghancuran kodependensi dan' Terkutuklah Blacken Sun 'bunuh diri menghadapi depresi.
"Lyrics begitu intens bagi saya, ketika saya sedang merekam, rasanya seperti sakit pernapasan bukannya menghirup udara," kata Blythe. "Jadi, ketika hal itu dilakukan, saya tidak bisa mendengarkan rekaman selama dua bulan. Itu hanya mengambil begitu banyak dari saya untuk mendapatkan semua hal ini keluar, aku tidak ingin menyentuhnya langsung."
Selain menjadi luar biasa berat, Sakramen adalah ekspresi tulus dari kekacauan yang telah jatuh melalui beberapa tahun terakhir dari keberadaan band. Dalam era stagnan, logam dibikin, Anak Domba Allah adalah terburu-buru mengerikan kejujuran, sebuah deklarasi bahwa tidak peduli apa yang orang lain bermain, Anak Domba Allah akan selalu mengikuti hati mereka sendiri.
"Band ini dimulai karena tidak ada orang di luar sana sedang membuat musik yang kita ingin dengar," kata penyanyi Randy Blythe. "Jadi, kami memutuskan untuk membuat musik itu, dan dari titik yang baru saja merupakan kelanjutan dari filosofi itu. Kami tak pernah berubah apa pun yang kita lakukan untuk menarik bagi siapa pun, menenangkan siapa pun atau mencari apapun persetujuan dari orang lain selain diri kita sendiri. "
Rabu, 02 Maret 2011
This romeo is bleeding
But you can’t see his blood
It’s nothing but some feelings
That this old dog kicked up
It’s been raining since you left me
Now I’m drowning in the flood
You see I’ve always been a fighter
But without you I give up
Now I can’t sing a love song
Like the way it’s meant to be
Well, I guess I’m not that good anymore
But baby, that’s just me
And I will love you, baby - always
And I’ll be there forever and a day - always
I’ll be there till the stars don’t shine
Till the heavens burst and
The words don’t rhyme
And I know when I die, you’ll be on my mind
And I’ll love you - always
Now your pictures that you left behind
Are just memories of a different life
Some that made us laugh, some that made us cry
One that made you have to say goodbye
What I’d give to run my fingers through your hair
To touch your lips, to hold you near
When you say your prayers try to understand
I’ve made mistakes, I’m just a man
When he holds you close, when he pulls you near
When he says the words you’ve been needing to hear
I’ll wish I was him ’cause those words are mine
To say to you till the end of time
Yeah, I will love you baby - always
And I’ll be there forever and a day - always
If you told me to cry for you
I could
If you told me to die for you
I would
Take a look at my face
There’s no price I won’t pay
To say these words to you
Well, there ain’t no luck
In these loaded dice
But baby if you give me just one more try
We can pack up our old dreams
And our old lives
We’ll find a place where the sun still shines
And I will love you, baby - always
And I’ll be there forever and a day - always
I’ll be there till the stars don’t shine
Till the heavens burst and
The words don’t rhyme
And I know when I die, you’ll be on my mind
And I’ll love you - always
Langganan:
Postingan (Atom)







