Tampilkan postingan dengan label musictainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musictainment. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Juli 2014
Selamat datang di suicide silence Eddie hermida
Diposting oleh Unknown di 06.12 Label: musictainment
Rumor tentang adanya vokalis baru di tubuh formasi Suicide Silence belakangan ini memang ramai menjadi perbincangan para metalhead dunia. Namun, setelah adanya perilisan teaser lagu “You Only Live Once” dengan sample dari vokalis baru, perlahan siapa pengganti Mitch Lucker mulai terkuak.
Eddie Hermida vokalis dari All Shall Perish memang menjadi orang yang santer dibicarakan untuk menjadi pengganti Mitch Lucker, bahkan Suicide Silence pun telah memberikan Press Release-nya. “Mitch dan Eddie merupakan teman lama dan kami merasa jika band ini harus terus berlanjut. Oleh sebab itu band ini harus bersama dengan seorang yang Mitch kenal secara pribadi dan dihormati baik sebagai teman juga seorang seniman”.
Dan kini, Eddie Hermida pun telah resmi menjadi vokalis bari dari Suicide Silence. Eddie sendiri dipilih karena hubungan lama dan banyak atribut lainnya, seperti kualitas karakter sampai kemampuan vokalnya yang dinamis dan membuatnya menjadi yang terbaik untuk Suicide Silence.
Namun, setelah Eddie Hermida bergabung dengan Suicide Silence, sang vokalis pun memutuskan untuk meninggalkan band lamanya, All Shall Perish agar ia semakin berkonsentrasi di Suicide Silence.
All Shall Perish sendiri telah memberikan statement resmi mengenai bergabungnya Eddie dengan Suicide Silence, “Beberapa saat lalu, Eddie resmi bergabung dengan Suicide Silence. Eddie keluar dari All Shall Perish dan bergabung full time dengan Suicide Silence. Kita pernah kehilangan Chris Storey dan vokalis pertama kami, Craig Betit. Namun, kamu berhasil melangkah maju dengan talenta-talenta seperti Adam Pierce, Francesco Artusato juga Eddie Hermida”.
Jadi untuk semua para fans All Shall Peris, tenang saja karena “All Shall Perish has continued before and will continue now,” tulis All Shall Perish.
Jika kalian penasaran dengan suara Eddie Hermida, mending langsung cek “You Only Live Once” dari Suicide Silence dengan suara dari sang voaklis terbarunya di bawah ini.
Selasa, 14 Januari 2014
Apa Persamaan Antara The Beatles dengan Kings of Leon?
Diposting oleh Unknown di 06.08 Label: musictainment
Membentuk sebuah band nggak semudah membuat demo lagu dan mengirimkannya ke label musik. Saat status band sebagai garage band atau home band
biasa, tekanan itu belum terasa. Namun, begitu ketenaran menghampiri
dan uang sudah nggak lagi menjadi masalah, satu per satu munculah
masalah yang rawan menghancurkan band itu sendiri.
Apa yang berasal dari dalam, itulah yang paling hebat untuk mampu menghancurkan. Analogi itu bisa dilihat dari begitu banyaknya grup musik yang bubar karena cekcok internal. Ambil contoh The Beatles. Grup musik dari tahun 1960 yang legendanya masih terasa hingga sekarang ini, bermula dari sekelompok anak muda amatir yang senang memainkan genre musik skiffle (musik populer yang dipengaruhi oleh genre jazz, blue, folk, dan country), lalu bisa berubah menjadi fenomena mengagumkan dimana Beatlemania, sebutan untuk grup musik ini, membantu mereka menjadi sebuah sejarah sebagai band rock tersukses sepanjang masa. Tapi, ketenaran itu ternyata bukan jaminan untuk menghindarkan mereka dari kehancuran, karena rasa iri di antara personil, rasa nggak aman, dan percekcokan ketat antara Paul McCartney, John Lennon, George Harrison, dan Ringo Star, tetap mampu menceraiberaikan mereka.
“Perceraian” yang terjadi tubuh musik band bisa terjadi dengan berbagai macam alasan. Layaknya sebuah rumah tangga antara suami dan istri, salah satu penyebabnya adalah dominasi yang dipegang oleh satu pihak atau orang tertentu, sehingga menciptakan gap yang seharusnya nggak ada. Rock band yang sudah bersama-sama selama bertahun-tahun lamanya, nggak bisa memungkiri bahwa perasaan kecewa dengan personil lainnya, akhirnya bisa terkulminasi dan meledak menjadi suatu kemarahan besar. Satu atau dua orang anggota dari band tersebut, secara sadar atau nggak, menjadi pihak yang dominan dan meminggirkan personil yang lain. Sang penyanyi utama yang seringkali memegang peran sebagai pencipta lagu, akhirnya memperlakukan personil lain secara nggak adil, dan lama-kelamaan resmi menjadi kehancuran. Itulah kira-kira yang terjadi di tubuh The Beatles dimana Lennon dan McCartney menjadi pihak dominan, sementara Harrison dan Star terpinggirkan hingga akhirnya mereka benar-benar angkat kaki dari band yang membesarkan mereka.
Lalu, apa benang merah antara The Beatles dengan Kings of Leon (KOL), band rock pemenang Grammy Awards tahun 2010 berkat suksesnya single “Use Somebody” tersebut? Memang KOL belum sampai bubar, karena sampai sekarang mereka masih berada dalam satu bendera. Tapi, di antara kedua band berjarak usia kurang lebih 40 tahun itu, sama-sama memiliki masalah internal yang membuat band ini tampak sangat nggak profesional.
Senin, 06 Februari 2012
Selama tiga dekade setelah kematiannya, kata-kata abadi Bob Marley memberikan dihormati dunia, terus menginspirasi.
Para pemrotes di seluruh dunia, apakah mereka yang Menempati Wall St protes gaya atau di tempat lain, terus menyanyikan "Get Up Stand Up" ... "Beberapa orang berpikir Allah yang besar akan turun dari langit, mengambil segala sesuatu dan membuat semua orang merasa tinggi / tapi jika Anda tahu apa yang hidup layak, Anda akan terlihat untuk Anda di bumi dan sekarang kita melihat cahaya, kita gonna membela hak-hak kami! "
Jika dia masih hidup, Bob Marley akan berubah 67 hari ini. Bob Marley dilahirkan Robert Nesta Marley pada tanggal 6 Februari 1945. Dia tetap yang paling terkenal dan dikagumi dari musik reggae dan dikreditkan dengan membantu menyebarkan baik musik Jamaika dan gerakan Rastafari ke khalayak di seluruh dunia.
Meskipun kemiskinan dan keputusasaan di antara penghuni ghetto di Kota Palung (di ibukota Jamaika Kingston) di mana ia tinggal di usia remaja, jenius musik Bob Marley dipelihara juga dan menjabat sebagai sumber inspirasi baginya.
Bob Palung Kota diabadikan dalam lagu Wanita No No Cry (1974), Palung Kota Batu (1975) dan Kota Palung, yang terakhir dirilis secara anumerta pada 1983.
Pada tahun 1963 Bob Marley dan teman masa kecilnya Neville Livingston (Bunny Wailer) diperkenalkan oleh penyanyi sukses Joe Higgs kepada Petrus (Macintosh) Tosh dan The Bob Marley dan Wailers legenda lahir. Bob dan Bunny menghadiri kelas vokal oleh Joe. The Bob Marley dan Wailers legenda lahir.
The Wailers berada di puncak mereka di tahun 70-an. Burnin album kedua mereka dirilis pada bulan Oktober 1973, yang menampilkan beberapa lagu Bob paling terkenal, termasuk Get Up Stand Up dan I Shot The Sheriff, Eric Clapton yang tertutup dan turun ke atas Billboard Hot 100 pada tahun 1974.
Penutup Clapton signifikan meningkat profil internasional Bob Marley, tahun yang sama bahwa Peter Tosh dan Bunny Wailer meninggalkan grup.
Tosh dan Bunny digantikan di Natty Dread yang dirilis pada bulan Oktober 1975, oleh Rita Marley (istrinya), Marcia Griffiths dan Judy Mowatt.
Ketenaran lebih internasional datang ke Bob Marley pada tahun 1976 dengan merilis Rastaman Vibration, album satu-satunya untuk mencapai Billboard Top 200.
Pada awal 1980, ia diundang untuk tampil di Hari Kemerdekaan Zimbabwe. Pemberontakan (1980) adalah album studio terakhir Bob Marley dan merupakan salah satu produksi yang paling religius. Ini termasuk Redemption Song dan Jah Selamanya Pengasih.
Bob Marley, legenda yang meraih ketenaran abadi mulai dari ghetto, meninggal pada pagi hari tanggal 11 Mei 1981, pada usia 36, dari melanoma yang menyebar ke paru-paru dan otak.
Selamat Ulang Tahun Bob dan terima kasih atas musik, selamanya.
Minggu, 05 Februari 2012
“I LOVE YOU FULL”
Urip Ariyanto yang akrab dipanggil dengan
nama Mbah Surip lahir di Mojokerto 5 Mei 1949, telah dipanggil oleh
Yang Maha Kuasa pada hari Selasa 4 Agustus 2009. Pria duda dari 4 anak
dan 4 cucu ini menekuni dunia nyanyi, didalam perjalanan bermusiknya
tahun 1997 mengeluarkan albumnya Ijo Royo-Royo, sementara lagu yang hit
hingga saat ini adalah Tak Gendong hasil ciptaan sendiri tahun 1983
(album Ta Gendong 2003). Lagu-lagu yang dibawakannya umumnya
bernuansakan reggae, bahkan gaya rambutnyapun mengikuti penyanyi ala
reggae dari Jamaica. Tak Gendong dan Bangun Tidur merupakan lagu yang banyak digemari oleh anak-anak sampai orang tua.
Selamat jalan Mbah Surip, semoga diterima disisiNYA sesuai amal baktinya. Lagumu tetap kukenang selalu dan tetap abadi ……
Jumat, 03 Februari 2012
A
- Abigor (Austria)
- Aborym (Italia)
- Absu (Amerika Serikat)
- Absurd (Jerman)
- Abruptum (Swedia)
- Aes Dana (Perancis)
- Agathodaimon (Jerman)
- Ajattara (Finlandia)
- Akercocke (Britania raya)
- Akitsa (Kanada)
- Alastis (Swiss)
- Amarok (Norwegia)
- Amerta (Surabaya, Indonesia)
- Amon Amarth (Swedia)
- Anaal Nathrakh (Inggris)
- Ancient (Norwegia)
- Ancient Rites (Belgia)
- ...And Oceans (Finlandia)
- Anorexia Nervosa (Perancis)
- Antaeus (Perancis)
- Antestor (Norwegia)
- Arafel (Israel)
- Arckanum (Swedia)
- Arcturus (early albums) (Norwegia)
- Arkhon Infaustus (Prancis)
- Arthemesia (Finlandia)
- Astrofaes (Ukraina)
- Atritas (Swiss)
- Aura Noir (Norwegia)
- Averse Sefira (Amerika Serikat)
- Axis of Advance (Kanada)
- Azaghtoth (Gresik, Indonesia)
- The Axis of Perdition (Inggris)
B
- Bandoso (Indonesia)
- Baphomets Throne (Polandia)
- Baptism (Finlandia)
- Barathrum (Finlandia)
- Bathory (Swedia)
- Behemoth (Polandia)
- Beherit (Finlandia)
- Behexen (Finlandia)
- Belphegor (Austria)
- Bethlehem (Jerman)
- Betorokaton (Indonesia)
- Blasphemy (Kanada)
- Bloodaxe (Kanada)
- Bloodthorn (Norwegia)
- Blut Aus Nord (Perancis)
- Borknagar (Norwegia)
- Bowo & the Corleone's DNA (Kalimantan Selatan, Indonesia)
- Bulldozer (Italia)
- Burzum (Norwegia)
C
- Carpathian Forest (Norwegia)
- Carpe Tenebrum (Australia)
- Catamenia (Finlandia)
- Celtic Frost (early) (Swiss)
- Ceremonial Embrace (Finlandia)
- Children of Bodom (Finlandia)
- Cirith Gorgor (Belanda)
- Clandestine Blaze (Finlandia)
- Countess (Belanda)
- Cradle of Filth (Inggris)
- Crimson Moonlight (Swedia)
- Ceremony Of Circle (Indonesia)
- Ceremony Of Shiva (Malang, Indonesia)
D
- Daemonarch (Portugal)
- Dares (Surabaya, Indonesia)
- Dark Funeral (Swedia)
- Darkthrone (Norwegia)
- Darkwoods My Betrothed (Finlandia)
- Dawn of Relic (Finlandia)
- Deathspell Omega (Perancis)
- Dekadent (Slovenia)
- Demonic Resurrection (India)
- Deströyer 666 (Australia)
- Diabolical Masquerade (Swedia)
- Dimmu Borgir (Norwegia)
- Dissection (Swedia)
- Dissimulation (Lithuania)
- Dødheimsgard (Norwegia)
- Dozom (Indonesia)
- Dragonlord (Amerika Serikat)
- Drudkh (Ukraina)
- Dry (Surabaya, Indonesia)
- Durhaka (Indonesia)
E
- Echoes of Silence (Amerika Serikat)
- Eisregen (Jerman)
- Emperor (Norwegia)
- Enslaved (Norwegia)
- Eternity (Indonesia)
- Eutonazia Kordax (Rusia)
F
- Fleurety (1st album only) (Norwegia)
- Frost Like Ashes (Amerika Serikat)
- Funeral Fog (Kanada)
G
- Geasa (Irlandia)
- Gerhana Total (Indonesia)
- Goatwhore (Amerika Serikat)
- God Dethroned (Belanda)
- Godkiller (Monako)
- Godless (Puerto Rico)
- Gorelord (Norwegia)
- Gorgoroth (Norwegia)
- Grand Belial's Key (Amerika Serikat)
- Graveland (Polandia)
- Graveworm (Italia)
- Grumbul Mystic (Indonesia)
- Pinguin in The Sun (Aceh, Indonesia)
H
- Ildjarn (Norwegia)
- Immortal (Norwegia)
- Impaled Nazarene (Finlandia)
- Impiety (Singapura)
- Infernum (Polandia)
- Infuneral (Swedia)
- In the Woods... (Norwegia)
- Iron Dead734 (Indonesia)
- Infinity Path (Indonesia)
J
K
- Kantong Simayit (Indonesia)
- Kedjawen (Indonesia)
- Keep Of Kalessin (Norwegia)
- Khold (Norwegia)
- Koldbrann (Norwegia)
- Krieg (Amerika Serikat)
- King Diamond (Denmark)
- K.O.R.B.A.N (Bandung)
- Kliwon (Belawan)
L
- Leviathan (Amerika Serikat)
- Lengsel (Norwegia)
- Limbonic Art (Norwegia)
- Lux Occulta (Polandia)
- Luwana From Jakarta (Indonesia)
M
- Marduk (Swedia)
- Master's Hammer (Republik Ceko)
- Mayhem (Norwegia)
- Meads of Asphodel (Britania raya)
- Melechesh (Israel)
- Mercyful Fate (Denmark)
- Mezzerschmitt (Norwegia)
- Mist of Blood (Indonesia)
- Moonblood (Jerman)
- Moonsorrow (Finlandia)
- Mörk Gryning (Swedia)
- Mütiilation (Perancis)
- Mystic Circle (Jerman)
- Mystic Forest (Perancis)
- Mysticum (Norwegia)
- Mystis (Indonesia)
- Mysticism (Indonesia)
- Mesmeric (Surabaya, Indonesia)
- Murtad of Troop (Bandung, Indonesia)
N
- Naglfar (Swedia)
- Nargaroth (Jerman)
- Nattefrost (Norwegia)
- Necromantia (Yunani)
- Necrophobic (Swedia)
- Negură Bunget (Rumania)
- Neurotic of Gods (Indonesia)
- Nicronomodes (Surabaya, Indonesia)
- Nifelheim (Swedia)
- Nocternity (Subang, Indonesia)
- Noctifer (Italia)
- Nokturnal Mortum (Ukraina)
- Nosferatu (Yogyakarta, Indonesia)
- Nightcrawler (Probolinggo, Indonesia)
- Nyhemia (Singaraja, Indonesia)
O
P
R
S
- Sabbat (Inggris)
- Samael (Swiss)
- Sargeist (Finlandia)
- Satyricon (Norwegia)
- Satanic Warmaster (Finlandia)
- Setherial (Swedia)
- Shining (Swedia)
- Sigh (Jepang)
- Sodom (Jerman)
- Solefald (Norwegia)
- Sottish (Indonesia)
- Summoning (Austria)
- Sixdethlezz (Indonesia)
- Stigmathoid (Surabaya, Indonesia)
- Sakarotul Maut (Mojokerto, Indonesia)
- Sanskerta (Bojonegoro, Indonesia)
- Silluet (Bogor, Indonesia)
- Satanic Immortal (Malang, Indonesia)
- Satanic Of Stalion (Majalengka, Indonesia)
T
- Taake (Norwegia)
- The Death Cryptical (Indonesia)
- Thirsty Blood (Indonesia)
- Thorns (Norwegia)
- Thou Art Lord (Yunani)
- Thy Serpent (Finlandia)
- Tormentor (Hungaria)
- Troll (Norwegia)
- Trollech (Republik Ceko)
- Trollheim's Grott (Finlandia)
- Tsjuder (Norwegia)
- Tvangeste (Rusia)
- Twilight Ophera (Finlandia)
- Teratai Hitam (Indonesia)
- Tragyst (Gresik, Indonesia)
- The Monster (Malang, Indonesia)
U
V
W
- Watain (Swedia)
- Weakling (Amerika Serikat)
- Winter of Apokalypse (Amerika Serikat)
- Woods of Ypres (Kanada)
- Windir (Norwegia)
X
Z
Senin, 30 Januari 2012


Reckless & Relentless merupakan album kedua dari band asal York, inggris ini. Asking Alexandria yang merupakan band paling bersinar dalam 2 tahun terakhir ini menjadikan "Reckless & Relentless" sebagai pembuktian mereka sebagai band yang patut di perhitungkan, The Next Big Things in 2011, dan men-follow kesuksesan besar album "Stand Up & Scream". Band beranggotakan Danny Worsnop (Vokal), Ben Bruce (Gitar), Cameron Liddell (Gitar), Sam Bettley (Bass), dan James Cassells (Drums) ini, sebelum merilis album kedua ini, mereka sempat mengeluarkan teaser mini album bertitel "Life Gone Wild" sebagai sebuah pemanasan sebelum album yang paling ditunggu-tunggu ini di rilis, di Life Gone Wild mereka meng-cover 2 buah lagu dari Band lawas Skid Row "Youth Gone Wild dan 18 And Life" dan mensisipkan singel untuk album Reckless & Relentless yaitu "Breathless".
Ada 12 track di Reckless & Relentless. Track 8 "Breathless" merupakan singel pertama, mendengarkan lagu ini agak sedikit berbeda dari lagu-lagu pada album sebelumnya, dengan tempo cepat dan memaksimalkan vocals/scream dari sang vokalis, lagu ini seperti memberikan sebuah energi yang baru dan sepertinya menjadi sebuah lagu yang dapat mewakili sound pada lagu-lagu lainnya di album ini. Album ini dibuka dengan sebuah intro "Welcome" yang sangat gelap/dark dan langsung dilanjutkan dengan "Dear Insanity", lagu yang sangat berpower-full, penuh dengan teriakan/screams bertenaga! serta "Closure", lagu yang mengingatkan kita akan lagu-lagu pada album Stand Up & Scream karena terdapat Synthetizer. "A Lesson Never Learned", "To The Stage", "Someone, Somewhere","Another Bottle Down", dan "Reckless & Relentless" juga menawarkan komposisi lagu yang hampir sama dengan Breathless, dimana kombinasi vocals/screams-Gitar-dan Drums sangat mendominasi ditambah sedikit sound synthetizer dan orkestra yang cukup terdengar, membuat kesan betapa keras/megah-nya lagu-lagu tersebut.
Tidak terbayangkan seperti apa jadinya ketika para fans menyaksikan lagu-lagu di album ini di bawakan secara live oleh Asking Alexandria, yang pasti akan mengundang reaksi untuk ber-head banging-scream ria secara massal! Album ini ditutup oleh sebuah lagu yang mempunyai judul unik yaitu "Morte Et Dabo", diawali dengan intro yang dark juga, lagu ini sangat bertempo cepat dan full screams yang unik, sepertinya teknik vocals screams ini menjadi sebuah identitas/ciri dari band Asking Alexandria. Mendengarkan album ini bisa membuat "kepala menjadi pecah", memberikan sebuah energi dan emosi yang tinggi, kita seakan ikut terbawa oleh apa yang di rasakan Asking Alexandria akhir-kahir ini yang jadwal panggungnya begitu padat. Album ini memberikan sisi yang berbeda dari Asking Alexandria dan satu hal yang pasti Asking Alexandria tidak mengulang komposisi yang sama seperti lagu-lagu pada album pertama mereka, seperti yang di katakan oleh Ben Bruce dalam interview sebuah majalah :
"Album baru kami, Reckless and Relentless, yang merupakan proses pendewasaan kami dalam bermusik. Album ini mewakili keadaan terkini Asking Alexandria, kami mulai mengurangi porsi suara synthesizer di album baru ini. Kami lebih banyak meng-eksplorasi soundscape, atmosfer latar belakang lagu, dan lebih banyak menghadirkan part gitar. Kami ingin membuktikan kemampuan bermusik para personel Asking Alexandria dan Kami mengakui bahwa album sebelumnya, permainan kami masih jauh dari sempurna".
Track List : Asking Alexandria - Reckless & Relentless (2011)
1. Welcome (1:49)
2. Dear Insanity (3:09)
3. Closure (3:58)
4. A Lesson Never Learned (3:54)
5. To The Stage (3:30)
6. Dedication (1:03)
7. Someone, Somewhere (3:36)
8. Breathless (4:10)
9. The Match (4:15)
10. Another Bottle Down (3:34)
11. Reckless & Relentless (4:08)
12. Morte Et Dabo (5:15)
Langganan:
Postingan (Atom)

